Hebel

Hebel

Kiat Hemat Membeli dan Merenovasi Rumah

Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal atau pengadaan ruang-ruang baru karena meningkatnya kebutuhan keluarga, maka membeli rumah bekas bisa jadi adalah jawabannya.
Merenovasi rumah yang sedang ditempatipun merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan selain harus membeli rumah baru.
Berikut ini ada beberpa kiat yang bisa dijadikan bagi calon pemilik rumah yang hendak merenovasi rumah.
Membeli rumah bekas
Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli rumah bekas, yakni:
Harga
  1. Harga rumah adalah terdiri dari harga bangunan ditambah harga tanah. Harga tanah hendaknya dicarikan pembanding di lokasi setempat atau berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang berlaku. Harga bangunan tergantung pada kondisi bangunan dimaksud. Besarnya berkisar Rp 2 juta - Rp 3 juta untuk bangunan seluas 45-500 m2. Ini tergantung jenis ubin, perlengkapan saniter dapur dan kamar mandi serta perlengkapan interior lainnya. Untuk mudahnya, berikut rumus perhitungannya: Harga Rumah = Luas Tanah x Harga Tanah per m2 + Luas Bangunan x Harga Bangunan per m2.
  2. Status tanah, apakah hak milik (HM) atau hak guna bangunan (HGB). Jika HGB harga tanah bisa lebih murah kira-kira 5% dari pada tanah berstatus hak milik.

Status Hukum
  1. Ada baiknya status tanah ditanyakan ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah tersebut, bebas kasus atau tidak.
  2. Bangunan harus disertai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), untuk memastikan bahwa bangunan tidak didirikan di tanah terlarang.
  3. Apabila lokasi rumah berada di kawasan real estat, pastikan sertifikat asli sudah dipisah menjadi sertifikat per kavling. Bukan lagi sertifikat induk dari suatu kawasan.

Kondisi Fisik Bangunan
  1. Bila menggunakan air sumur, ada baiknya air tersebut diperiksa ke laboratorium untuk memastikan kelayakannya dikonsumsi.
  2. Pada daerah yang banyak terdapat rayap, konstruksi atap juga diperiksa melaluiman-hole atap. Ini untuk memastikan rumah itu masih aman ditempati atau tidak.
  3. Perhatikanseluruh bidang dinding yang mencurigakan yang menerus dari atas ke bawah. Bila ada, konsultasikan ke ahli struktur bangunan.
  4. Masih tersedia atau tidak ruang atau lahan yang memadai untuk menambah ruangan, baik secara vertikal ke atas atau melebar ke samping.

Lokasi
  1. Bila Anda berencana tinggal di sana untuk jangka waktu panjang, perlu dicari kejelasan soal perencanaan daerah atas lokasi rumah tersebut. Hal ini bisa ditanyakan ke Dinas Tata Kota setempat.
  2. Dalam hal kenyamanan, perlu dipertimbangkan ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial di sekitarnya.
  3. Cari tahu apakah lokasi rumah itu termasuk daerah banjir atau tidak. Seberapa tinggi banjir atau genangan yang pernah terjadi, serta apa penyebabnya.
  4. Ada baiknya menanyakan perihal asal usul tanah kepada penduduk lokal yang telah lama bermukim. Apakah bekas rawa atau bukan. Karena bekas rawa biasanya mempunyai problem kualitas air dan tanah yang tidak stabil.
  5. Bagaimana akses rumah tersebut. Apakah mudah ditempuh, harus melalui kemacetan, bagaimana dengan rute transportasi umum, juga apakah tersedia jalan alternatif.

Meronavasi rumah
Merenovasi rumah, bisa mulai dari mengubah sampai menambah bagian rumah, misalnya bukaan dinding atau ruang. Dan bentuk penambahan itu bisa ke atas, bisa ke samping, bisa pula ke belakang.
  1. Perhatikan pengelompokan ruang; ruang-ruang pribadi sebaiknya diletakkan pada suatu area untuk kenyamanan. Ruang-ruang bersama seperti ruang tamu, ruang keluarga, carport/garasi pada satu kelompok.
  2. Akses sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi cross circulation; akses servis dipisah dengan akses public. Sehingga, misalnya untuk membuang sampah rumah tangga atau membawa bawaan belanja tidak mengganggu kenyamanan rumah.
    Rumah besi galvanis dari Jepang. Rangka dinding dan rangka lantai menggunkan profil besi galvanis. Penutup dinding luar menggunakan GRC, penutup dinding dalam menggunakan gypsum board. Sudah tersedia di pasar lokal.
  3. Perhatikan sirkulasi penghawaan. Sirkulasi udara yang baik adalah cross ventilation, sirkulasi udara melintang ruangan, untuk penghawaan pasif yang tidak menggunakan penyejuk ruangan.
    Rumah dengan konstruksi load bearing wall bahan beton ringan. Waktu pelaksanaan konstruksi lebih cepat, dinding lebih rapi serta memiliki property fisik yang baik
  4. Dinding yang menghadap ke Barat perlu diolah secara khusus. Maksudnya agar ruang tersebut dapat nyaman ditinggali. Juga mencegah terpaan sinar matahari yang merusak mebel, terutama buku-buku. Gunakan material yang tidak menyerap panas. Bila perlu berkonsultasi kepada arsitek.
  5. Untuk dinding yang menghadap ke sumber kebisingan dan berdebu, jalan raya misalnya, sebaiknya jangan membuat bukaan dinding (pintu dan jendela) yang berhadapan langsung ke arah sumber tadi.
  6. Letakkan jendela untuk pencahayaan dengan mempertimbangkan kegiatan yang akan berlangsung di ruang dimaksud.
  7. Sesuaikan jenis material yang akan digunakan dengan anggaran. Kemudian bersikap disiplin terhadap perencanaan material yang dipilih, supaya rumah bisa selesai dan ditempati sesuai jadual waktu. Pastikan volume material, bila ragu-ragu bisa tanyakan kepada pemasok/distributor material setempat.
  8. Gunakan material yang mudah diperoleh dan mudah dipasang.
  9. Pastikan besaran biaya tambahan yang menyertai pemasangan, alat-alat Bantu kerja dan material pendukung lainnya.
  10. Pilih pelaksana bangunan yang memadai dan dapat dipercaya.
  11. Ajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Tata Kota setempat dengan membawa gambar rencana penambahan ruang.

Untuk penambahan ruang vertikal ke atas, maka hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
  1. Bila gambar rencana konstruksi rumah lama tersedia, periksa apakah besaran pondasi, kolom, dan balok yang ada cukup kuat untuk diberi beban tambahan.
  2. Bila konstruksi memenuhi kelayakan, pilih material yang mudah dipasang dan tidak mengganggu kegiatan di bawahnya.
  3. Bila konstruksi tidak memenuhi kelayakan, konsultasikan kepada ahli struktur bangunan. Misalnya, bagian struktur mana yang memerlukan penguatan. Untuk menghemat biaya struktur pendukung, gunakan material yang ringan namun mampu menahan beban.
Selamat menempati “rumah baru” Anda.