Hebel

Hebel

Material HEBEL Ramah Lingkungan





Proses pembuatan bata dengan mengambil tanah permukaan di area persawahan membuat tanah menjadi tidak subur. Kecuali itu, bekas galian tanah subur tersebut sulit dikembalikan kesuburannya.
Beton ringan aerasi bisa dikatakan sebagai material yang ramah lingkungan karena penambangan bahan bakunya sebisa mungkin tidak merusak lingkungan. Ini berbeda dengan proses pembuatan bata tradisional yang penambangan bahan bakunya merusak kondisi lingkungan. Pendapat mengenai hal ini dikemukakan oleh seorang pakar industri beton ringan.
Menurut Beliau, proses produksi pembuatan bata merusak lingkungan karena tanah yang diambil adalah tanah permukaan. Pada umumnya, kondisi tanah permukaan ini mengandung humus tinggi yang dibutuhkan tanaman agar bisa tumbuh subur.
Jika tanah permukaan diambil untuk bahan baku pembuatan bata dan tidak dikembalikan kesuburannya, lama-kelamaan tanah pertanian di Indonesia menjadi berkurang. Alhasil, Indonesia akan mengimpor hasil pertanian dari luar negeri. Hal ini mengingat, sebagian besar pengambilan tanah liat berasal dari tanah pertanian